Sabtu, 24 Agustus 2013

KELAINAN DAN PENYAKIT PADA GINJAL


KELAINAN DAN PENYAKIT PADA GINJAL
 

1.      Anuria
-          Anuria = Kegagalan ginjal mengasilkan urin.
-          Penyebab  = Kurangnya tekanan untuk melakukan filtrasi (radang glomerulus),
 sehingga plasma darah tidak dapat masuk ke dalam glomerulus.
 Kurangnya tekanan hidrostatis dapat disebabkan oleh penyempitan (konstriksi) arteriol effren oleh hormon epinefrin atau oleh peredaran darah.
-          Akibat = Darah tidak dialirkan ke ginjal.
2.      Glikosuria
-          Glikosuria = Ditemukannya glukosa dalam urin.
-          Penyebab = Kerusakan pada badan Malpighi.
-          Akibat = Ada nya glukosa dalam urin (urin manis).
3.      Albuminuria
-          Albuminuria = Ditemukannya protein albumin dalam urin (Albumin berlebihan
dalam urin menunjukkan kenaikkan permeabilitas membran glomerulus).
-          Penyebab = Luka pada membran glomerulus.
-          Akibat = - Tekanan darah naik.
                - Iritasi sel-sel ginjal oleh zat-zat beracun, eter, logam berat.
4.      Hematuria
-          Hematuria = Ditemukan eritrosit dalam urin.
-          Penyebab = Adanya bagian saluran urin yang pendarahan (radang-radang organ
  sistem ginjal karena iritasi oleh batu ginjal).
-          Akibat = Urine mengandung darah (bukan mensturasi).
5.      Batu Ginjal
-          Batu Ginjal = Benda keras yang ditemukan dalam saluran ginjal, pelvis ginjal,
    maupun saluran urin.
-          Penyebab = Konsentrasi garam-gram mineral yang berlebihan, penurunan jumlah
  air, kebasaan dan keasaman urin yang abnormal, atau aktivitas
  kelenjar paratiroid yang berlebihan.
-          Akibat = Penyumbatan ureter, menimbulkan tukak dan meningkatkan
  kemungkinan infeksi bakteri.
6.      Nefritis
-          Nefritis = Urin banyak mengandung eritrosit dan protein (radang ginjal yang
    melibatkan glomerulus).
-          Penyebab = Reaksi alergi terhadap racun yang dilepaskan oleh bakteri
Streptococcus yang telah menginfeksi bagian tubuh lain, khususnya
tenggorokkan. Nefritis glomerulus memungkinkan eritrosit  dan
protein memasuki filtrat sehingga urin mengandung banyak eritrosit
dan protein.
-          Akibat = Gagal ginjal.
7.      Pielonefritis
-          Pielonefritis = Kerusakan nefron dan korposkulum renalis.
-          Penyebab = Radang pelvis ginjal, medula dan korteks karena infeksi bakteri.
  Infeksi biasanya berawal dari pelvis ginjal kemudian melebar ke
  dalam ginjal.
-          Akibat = Nefron dan korposkulum renalis rusak.
8.      Sistitis
-          Sistitis = Radang Vesica urinaria (melibatkan lapisan mukosa dan subkosa).
-          Penyebab = Infeksi bakteri, zat-zat kimia, atau luka mekanis. Pada laki-laki biasanya karena infeksi prostat karena bakteri yang menetap dan pada perempuan biasanya berawal karena infeksi uretra.
-          Akibat = Bakteri berkembang biak di vesica urinaria.
9.      Nefrosis
-          Nefrosis = Bocornya membran glomerulus (Umum terjadi pada anak-anak,
namun dapat terjadi pada semua usia).
-          Penyebab = hormon steroid sintetis tertentu (cortison dan prednison).
-          Akibat = Sejumlah besar protein berpindah dari darah menuju urin sehingga air
  dan natrium menumpuk dalam tubuh mengakibatkan pembengkakan
  (oedem), khususnya di sekitar lutut, kaki, abdomen dan mata.
10.  Polisistik
-          Polisistik = Dalam jaringan ginjal muncul kista.
-          Penyebab = Kerusakan saluran ginjal yang merusak nefron dan menghasilkan
  kistra mirip dilatasi sepanjang saluran. Kelainan ini umumnya
  diturunkan.
-          Akibat = Gagal ginjal akibat polisistik (biasanya terjadi pada usia 40 tahun ke
  atas).
11.  Gagal Ginjal
-          Gagal Ginjal = Kondisi yang mengganggu fungsi ginjal.
-          Penyebab = Nefritis ginjal parah, polisistik, trauma ginjal atau tidak adanya
  jaringan ginjal karena tumor.
-          Akibat = Penumpukkan urea dalam darah, gagal ginjal total dapat menyebabkan
  kematian dalam waktu 1-2 minggu.
12.  Uretritis
-          Uretritis = Radang uretra.
-          Penyebab = Kuman gonorrhoe biasanya adalah suatu infeksi yang menyebar naik
  yang digolongkan sebagai gonoreal dan nongonoreal. Terkadang
  uretritis terjadi tanpa adanya bakteri.
-          Akibat = Rasa terbakar saat mikturisi (urinasi).
13.  Diabetes Mellitus
-          Diabetes Mellitus = Kencing manis.
-          Penyebab = Hormon insulin rendah.
-          Akibat = Jumlah glukosa dalam urin dan darah, tinggi.
14.  Diabetes Insipidius
-          Diabetes Insipidius = Pengeluaran cairan dari tubuh dengan jumlah yang banyak,
    seningga menimbulkan rasa haus tinggi.
-          Penyebab = Kekurangan ADH (Anti Diuretik Hormon).
-          Akibat = Volume urin 30x lebih besar dari volume urine normal, sehingga sering
   buang air kecil.


Sumber :
Buku, internet dan lain-lain.